Saturday, February 2, 2013

M>A>W>U>N

Mawun
Ok, liburan kali ini, beberapa anak eSBatu menyempatkan berlibur ke pantai (huuuurrraaay!) :D. Huft, tapi sebelum berangkat tradisi jam ngaret negara Endonesia tetep melekat di republik eSBatu juga -.-. Jadi, yang rencana awalnya berangkat jam 9.OO WITA, molor sampe jam 12.OO sodara! Dan karena lama menunggu, ini nih hasilnya:


Hahaha, kita jadi foto-foto sodara.. dan ada juga sebuah percakapan konyol di telepon.
E: mbe taokm? kelelahk ngantih ni
G: ni jalan taoqt..
E: aneh becatan
G: eee... iye dengahn ni ngggiiiiiiiiieeeeng, ngggggggiiiiuuuuung *niruin suara kendaraan
Yang ada di ruangan: =.= mwhahahaha
padahal aslinya masih di rumah Aniz semua.

Ok, sebenarnya tujuan awal kami adalah Kute, tapi entah bagaimana (serius entah bagaimana -.-) kami berhaluan ke arah mawun. Dan Iman, driver saya yang katanya "suka kecepatan" mengomel terus sepanjang jalan.
I: eh? serius jak ni jok mawun? waaah.. trauma.k, wahn terik baturk lek jalan tie, 3 motor betumpuk marak burger.
R: eh? seriusan?
I: iyeen wah.. lek jalan ni liwatk ..... ....... *bla bla bla
Karena bosan mendengar ocehan iman, sya memutuskan mengambil HP dan fwalaa~ ini dia jalan kami ke mawun, bayangkan saja lah seterusnya -.-


Sodara! setelah perjalanan panjang, akhirnya kita sampai jga.. MAWUN! :D :*



Eaaaa~ dan mahluk-mahluk ini mencoba melakukan beberapa gerakan silat *ato apapun namanya. Tapi sukses kan? yeeeeeey! :D selamat! :D



Ada lagi ni yang ajaib. Salah satu laskar eSBatu yang berbaju KOKO saat ke PANTAI ini melewati MAWUN dengan motor yang TIDAK memiliki REM. Sungguh ajaib =.= . Ini adalah kesaksian dari presiden kita Panji yang menjadi korban sebagai orang yang di-bonceng oleh mahluk ajaib ini.
P: to jak taok leger, lek belokan/pengkolan no, perasaak jak yaqk mate



Hahaha.. And the last crazy jumping shoot! Together Yeeey! :D
*eh ada yg mau nyelem ke pasir -.-


Ok, sampai jumpa di Jalan-jalan eSBatu yang lainnya ya :D

Saturday, June 23, 2012

Sebuah Cerita "kue dua puluh delapan cerita"

Cerita ini kita, cerita ini cinta kawan. Yang kita buat tanpa sengaja. Dipertemukan tanpa tau arah jalan. Awalnya buta. Ya kan? Hanya kerena sebuah title tak bermakna  benama RSBI yang mempersatukan kita. Di ruang kelas yang "katanya" sudah di fasilitasi berbagai macam barang penunjang belajar. Namun aku rasa hasilnya tetap nihil. Kita memilih jalan ini bersadarkan "saran" orang tua. Di ruangan sekitar 5x5 meter, pada hari pertama. Bertemu dengan yang akan membimbing kita selama satu tahun. Kesan pertama yang aku dapatkan adalah "haah", orang itu lelaki paruh baya, dengan rambut tipis menghiasi kepalanya. Badannya tambun begitu juga kepalanya. Matanya yang sipit mencoba melihat kertas yang dipegangnya. Memangil nama kami satu persatu. "Tak aku kenal". Beliau mencoba memberikan perhatian. Kami "mencoba" menghargai itu. Tatapan matanya yang kebapakan tetap saja tak memberikan kami gambaran kami akan kemana.
Lambat laun cerita kita terbentuk, mulai dari tak kenal, sampai tertawa bersama dan menertawai sesama. Tawa dan tangis tercampur menciptakan adonan cinta dan menimbulkan rindu. Sayang. Dengan saus manis yang tertuang dari botol hasil canda kita. Sebuah hidangan dari piring kecila yang kita ciptakan, menghasilkan makanan dengan resep kita sendiri kawan.
Kue itu dibuat dengan cinta untuk meraih cita. Ditaburi saus sebagai pelengkapnya. Diracik sempurna selama tiga tahun bersama. Membuat satu lagi cerita diantara piring-piring makanan yang bertumpuk disana.
Tapi ketahuilah kawan, piring kita lah yang paling bersinar. Yang paling menggoda dan banyak cerita. Menghadirkan surga dunia saat dicicipi. Hidangan itu kini berada di etalase toko kue paling mahal didunia. Dilihat semua orang yang berlalu lalang.
Kue itu milik kita kawan. Kue bertajuk "dua puluh delapan cerita" milik eSBatu jaya.
Yang tercipta hanya untuk kita, kita dua puluh delapan.

_eSBatu 11, Gigih Virgia

maskot neh